Adobe Flex merupakan aplikasi yang digunakan membuat aplikasi RIA(Rich Internet Application). Sebenarnya Adobe Flex dikembangkan untuk memisahkan pengembangan sisi aplikasi RIA dengan animasi. Seperti yang kita ketahui, Adobe Flash bisa digunakan baik untuk membuat animasi sampai ke pembuatan aplikasi RIA.
Namun penggunaan Flash untuk aplikasi RIA cukup repot dimana kita harus bermain dengan time line. Oleh karena itu, Adobe memisahkan pembangunan aplikasi RIA yang biasa dibangun menggunakan Adobe Flash, dengan membangun tools baru yakni Adobe Flex.
Dengan Adobe Flex ini maka kita tidak lagi di repotkan dengan timelining, penggambaran, library dan lain sebagainya. Dengan menggunakan Flex, kita hanya terfokus pada satu sisi yakni RIA Component. Ya, karena pada Adobe Flex kita hanya disuguhkan component berupa Form, Accordion, TabBar, MenuBar dan lain sebagainya.
Adobe Flex tetap memiliki kesamaan dengan Adobe Flash yakni source code dari Adobe Flex yang berupa file mxml di kompilasi menjadi file swf. Dengan Flex, kita tidak perlu lagi menuliskan script stop() pada timeline, karena hal tersebut sudah diatur oleh Flex SDK(Software Developer Kit).
Bagi yang sudah mengenal Java2Enterprise dengan JSTL atau Struts Frameworknya atau ASP dotNet, pasti mudah menguasai syntax bahasa Flex ini. Adobe Flex datang ke dunia RIA didukung dengan teknologi Action Script 3.0 yang sudah mengusung OOP(Object Oriented Programming).
Untuk membuat sebuah aplikasi flex, cukup menggunakan editor sederhana seperti Notepad atau editor-editor text lainnya. Namun, membangun aplikasi Flex menggunakan text editor biasa tidaklah cukup, karena untuk mengatur tampilan dari aplikasi kita secara langsung, kita membutuhkan sebuah IDE(Integrated Development Environment) yakni Flex Builder yang trial selama 1 bulan. Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan Flex IDE yang gratis dan memiliki kemampuan yang sama dengan Flex Builder. Namun saat ini sudah adalah Flex IDE yaitu Flash Develop. Namun seperti yang saya katakan diatas, kemampuan IDE open source ini masih kalah dibanding Flex Builder. Mudah-mudah saja komunitas open source dapat mengembangkannya lebih lanjut. Tetangga Sebelah